Skip to site menu Skip to page content

Perang Dayak Dan Madura Jun 2026

Uniknya, rekonsiliasi juga dilakukan melalui seni. Tarian adat yang ditarikan bersama oleh pemuda Dayak dan Madura, menjadi simbol "menyapu bersih" dendam. Hingga saat ini, setiap bulan Februari di Sampit, diadakan ritual Mambuang Sampit (Membuang Sial) yang dihadiri kedua kelompok.

Sepanjang 1980-an dan awal 1990-an, banyak laporan tindak kriminal yang dilakukan oleh oknum Madura (perampokan, pemerkosaan) dilaporkan ke polisi namun jarang ditindaklanjuti. Sebaliknya, jika ada Dayak yang melawan, mereka justru yang dipenjara. Politik "divide et impera" yang tidak sengaja terjadi membuat masyarakat Dayak merasa pemerintah berpihak pada pendatang. perang dayak dan madura

Hingga generasi milenial, masih terjadi prasangka. Di Madura, bertemu orang Dayak dianggap sebagai "musuh". Di Kalimantan, orang tua masih melarang anaknya berbisnis dengan orang Madura. Uniknya, rekonsiliasi juga dilakukan melalui seni

program moved thousands of families from overpopulated Madura to the resource-rich forests of Central Kalimantan. Economic Friction: Sepanjang 1980-an dan awal 1990-an, banyak laporan tindak